Skip to main content

Manfaat doa: Hidup adalah peperangan

"Kebutuhan dalam kehidupan pribadi Anda, dalam keluarga Anda, dalam gereja Anda maupun gereja-gereja lain, dalam program misi dunia, dan dalam budaya kita secara keseluruhan sangatlah besar dan mendesak. Dalam banyak kasus, terjadi pertaruhan kekuatan antara sorga dan neraka, kepercayaan atau ketidakpercayaan, hidup dan mati. Ingatlah betapa dalam Roma 9:2 Rasul Paulus mengungkapkan dukacita dan kesedihannya bagi kaum sebangsanya yang akan binasa dan betapa dalam Roma 10:1 ia berdoa untuk mereka dengan sungguh-sungguh, “Saudara-saudara, keinginan hati dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.” Keselamatan dipertaruhkan ketika kita berdoa.

Anda takkan memahami manfaat doa sampai kemudian Anda tahu bahwa hidup adalah peperangan.

Salah satu rintangan terbesar bagi kita untuk berdoa adalah fakta bahwa hampir sepanjang waktu, rutinitas kehidupan kita berjalan lancar-lancar saja. Garis depan peperangan berada jauh di luar sana, sedangkan di sini, di dalam lingkungan kecil saya segala sesuatu berjalan dengan lancar, damai, dan menyenangkan.

Kiranya Allah menjadikan mata kita melek agar kita mampu melihat dan merasakan kebutuhan di sekitar kita dan potensi doa yang besar".- John Piper, dalam "Bertekunlah Dalam Doa"

Comments

Popular posts from this blog

Doa St Agustinus dari Hippo

"Aku memohon kepada-Mu, Allahku, izinkan aku mengenal dan mencintai-Mu sehingga aku berbahagia didalam Engkau. Dan meskipun aku tidak bisa melakukan ini secara lengkap dalam hidup ini, izinkan aku memperbaiki diri hari demi hari sampai aku dapat melakukannya dengan seutuhnya. Izinkan aku mengenal-Mu lebih dan lebih dalam kehidupan ini, sehingga aku dapat mengenal-Mu secara sempurna di surga O Allah yang benar, izinkan aku menerima kebahagiaan di surga,yang Engkau janjikan sehingga kebahagianku menjadi sempurna. Sementara ini, biarkan pikiranku memikirkannya, biarkan lidahku membicarakannya, biarkan hatiku merindukannya, biarkan mulutku mengatakannya, biarkan jiwaku merasa lapar setelahnya, biarkan dagingku merasa haus setelahnya, biarkan keseluruhan keberadaanku merindukannya, sampai waktunya tiba aku masuk melalui kematian ke dalam kegembiraan Tuhan-ku, yang berlanjut selamanya,  dalam dunia tanpa akhir. Amin." (St Agustinus dari Hippo, 354-430)

Iman adalah.....

"Iman adalah keyakinan bahwa Tuhan itu nyata dan bahwa Tuhan itu baik ... Ini adalah pilihan untuk percaya bahwa Dia yang menjadikan semuanya tidak akan meninggalkan kita dan bahwa Dia tetap mengirimkan terang ke dalam kegelapan kita dan merespon uluran tangan iman kita. Iman adalah keyakinan bahwa Tuhan akan melakukan apa yang benar. Tuhan berkata bahwa semakin situasi Anda tidak berdaya --helpless,  semakin Anda dekat pada kelepasan--Nya. Semakin besar kekhawatiran Anda, semakin tekun doa Anda. Semakin gelap ruangan, semakin besar kebutuhan akan terang. Pertolongan Tuhan dekat dan selalu tersedia, tetapi hanya diberikan kepada mereka yang mencarinya. “Allah Bapa, tolonglah kami memperbaharui komitmen kami kepada-Mu, untuk melepaskan segalanya dan untuk dimiliki dan dimiliki oleh-Mu. Kami rindu untuk menyerahkan diri kepada-Mu sehingga kami boleh tahu kemerdekaan Kudus yang tersedia bagi kami hanya melalui kasih karunia-Mu. ” Oleh Max Lucado

Kesetiaan Allah

"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"