Skip to main content

Hamba Tuhan dan Khotbah

"Aku merasa heran terhadap diriku, bagaimana aku bisa berkhotbah dengan sikap yang dingin tanpa perasaan dan bagaimana aku bisa bersikap apatis terhadap mereka yang sedang berada di dalam belenggu dosa? Seharusnya aku mendatangi mereka dan memohon dengan sangat agar mereka demi kasih Tuhan bertobat.... Aku sering turun dari mimbar dengan hati nurani yang tidak tenang, karena merasa khotbahku tadi kurang sungguh-sungguh dan kurang semangat. Aku tidak mempersalahkan diri karena kurang fasih dalam berkata-kata dan aku juga tidak menyalahkan diri karena tidak menggunakan kata-kata yang tepat, tapi aku sering bertanya pada diri sendiri, 'bagaimana kamu bisa bersikap demikian di dalam menyampaikan masalah besar yang mempunyai kaitan mati dan hidupnya manusia, bukankah seharusnya aku menangis untuk mereka dan membiarkan air mataku menyela khotbahku? Bukankah seharusnya aku berteriak dengan kesungguhan untuk mengatakan dosa dan kesalahan mereka dan dengan sangat memohon seperti seorang yang sedang menghadapi pilihan antara hidup dan mati?" - Richard Baxter"


"Seorang hamba Tuhan yang tidak putus-putusnya menuntut kemajuan, bisa menjaga hati yang bersifat rohani dan sensitif akan memiliki otak yang terisi dengan pengetahuan yang luas. Seorang hamba Tuhan yang sudah berusia pertengahan, yang tidak lagi menuntut kemajuan, yang tidak lagi membaca buku-buku akan mendatangkan malapetaka bagi gereja. Hamba Tuhan yang demikian ini, bukan saja sering mengulang khotbah yang sudah disampaikan tapi juga malas untuk mengubah dan menyempurnakan bahan khotbahnya. Hamba Tuhan yang demikian ini, bukan saja kehilangan semangat untuk menyelamatkan jiwa yang tersesat, bahkan semangat untuk berdoa bagi jiwa-jiwa yang tersesat pun sudah tidak ada lagi.... Tidak ada hamba Tuhan yang karena usia tua tidak lagi perlu berkhotbah. Jika ia benar-benar rajin membaca, rajin berpikir, rajin berdoa, maka usianya yang tua bukan menjadi penghalang tapi sebaliknya menjadi sumber berkat!" - Dr. Harry E. Jesssop

Comments

Popular posts from this blog

Kebangkitan

 “Klaim kebangkitan vital bagi kekristenan. Jika Kristus dibangkitkan dari kematian oleh Allah, maka Dia punya mandat dan sertifikat yang tidak dimiliki oleh pemimpin agama mana pun. Sebutkan nama pemimpin agama dunia, semuanya meninggal. Musa pun meninggal …….Tetapi, Kristus hidup.” ~ RC Sproul (1939 - 2017) theolog

Kesetiaan Allah

"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"

Iman adalah.....

"Iman adalah keyakinan bahwa Tuhan itu nyata dan bahwa Tuhan itu baik ... Ini adalah pilihan untuk percaya bahwa Dia yang menjadikan semuanya tidak akan meninggalkan kita dan bahwa Dia tetap mengirimkan terang ke dalam kegelapan kita dan merespon uluran tangan iman kita. Iman adalah keyakinan bahwa Tuhan akan melakukan apa yang benar. Tuhan berkata bahwa semakin situasi Anda tidak berdaya --helpless,  semakin Anda dekat pada kelepasan--Nya. Semakin besar kekhawatiran Anda, semakin tekun doa Anda. Semakin gelap ruangan, semakin besar kebutuhan akan terang. Pertolongan Tuhan dekat dan selalu tersedia, tetapi hanya diberikan kepada mereka yang mencarinya. “Allah Bapa, tolonglah kami memperbaharui komitmen kami kepada-Mu, untuk melepaskan segalanya dan untuk dimiliki dan dimiliki oleh-Mu. Kami rindu untuk menyerahkan diri kepada-Mu sehingga kami boleh tahu kemerdekaan Kudus yang tersedia bagi kami hanya melalui kasih karunia-Mu. ” Oleh Max Lucado