"Semakin dekat Kristus datang ke dalam hati, semakin seseorang menjadi sadar akan kesalahannya; ia kemudian akan meminta belas kasihan-Nya dan menemukan kedamaian, atau ia akan berbalik melawan-Nya karena ia belum siap untuk melepaskan keberdosaannya. Demikianlah Dia akan memisahkan yang baik dari yang buruk, gandum dari sekam. Reaksi manusia terhadap Hadirat Ilahi (Divine Presence) ini akan menjadi ujian: apakah itu akan mengingatkan semua sifat egoistik yang selalu menolak atau menggembleng mereka ke dalam pembaharuan batin dan kebangkitan rohani." ~ Fulton J. Sheen, dalam “Life of Christ” (2008)
"Aku memohon kepada-Mu, Allahku, izinkan aku mengenal dan mencintai-Mu sehingga aku berbahagia didalam Engkau. Dan meskipun aku tidak bisa melakukan ini secara lengkap dalam hidup ini, izinkan aku memperbaiki diri hari demi hari sampai aku dapat melakukannya dengan seutuhnya. Izinkan aku mengenal-Mu lebih dan lebih dalam kehidupan ini, sehingga aku dapat mengenal-Mu secara sempurna di surga O Allah yang benar, izinkan aku menerima kebahagiaan di surga,yang Engkau janjikan sehingga kebahagianku menjadi sempurna. Sementara ini, biarkan pikiranku memikirkannya, biarkan lidahku membicarakannya, biarkan hatiku merindukannya, biarkan mulutku mengatakannya, biarkan jiwaku merasa lapar setelahnya, biarkan dagingku merasa haus setelahnya, biarkan keseluruhan keberadaanku merindukannya, sampai waktunya tiba aku masuk melalui kematian ke dalam kegembiraan Tuhan-ku, yang berlanjut selamanya, dalam dunia tanpa akhir. Amin." (St Agustinus dari Hippo, 354-430)
Comments
Post a Comment