"Kebahagiaan sejati adalah bersukacita dalam kebenaran, karena bersukacita dalam kebenaran adalah bersukacita di dalam Engkau, ya Tuhan, yang adalah kebenaran… Mereka yang berpikir bahwa ada jenis kebahagiaan lain mencari sukacita di tempat-tempat lain, tetapi yang mereka dapatkan bukanlah sukacita sejati. -- ππ©π°π΄π¦ πΈπ©π° π΅π©πͺπ―π¬ π΅π©π’π΅ π΅π©π¦π³π¦ πͺπ΄ π’π―π°π΅π©π¦π³ π¬πͺπ―π₯ π°π§ π©π’π±π±πͺπ―π¦π΄π΄ ππ°π°π¬ π§π°π³ π«π°πΊ π¦ππ΄π¦πΈπ©π¦π³π¦, π£πΆπ΅ π΅π©π¦πͺπ³π΄ πͺπ΄ π―π°π΅ π΅π³πΆπ¦ π«π°πΊ." ~Agustinus, Bapak Gereja, dalam Confession
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment