"Ada saatnya ketika saya tidak punya apa-apa lagi untuk diceritakan kepada Tuhan. Jika saya terus berdoa dengan kata-kata, saya harus mengulangi apa yang telah saya katakan. Pada saat-saat seperti itu, sungguh luar biasa untuk berkata kepada Tuhan, "Bolehkah saya berada di hadirat-Mu, ya Tuhan? Tidak ada lagi yang ingin kukatakan kepada-Mu, tetapi saya senang berada di hadirat-Mu - π£πΆπ΅ π π₯π° ππ°π·π¦ π΅π° π£π¦ πͺπ― ππ©πΊ π±π³π¦π΄π¦π―π€π¦." ~Ole Hallesby (1879 - 1961), teolog Swedia; bukunya yg terkenal, Prayer.
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment