"Orang Kristen sering mencoba melupakan kelemahannya; Tuhan ingin kita mengingatnya, merasakannya secara mendalam. Orang Kristen ingin menaklukkan kelemahannya dan dibebaskan darinya; Tuhan ingin kita beristirahat dan bahkan bersukacita di dalamnya. Orang Kristen berduka atas kelemahannya; Kristus mengajar hamba-Nya untuk berkata, 'Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku,' (2 Kor. 12:9)' Orang Kristen berpikir bahwa kelemahannya adalah halangan terbesarnya dalam hidup dan pelayanan Allah; Tuhan memberi tahu kita bahwa itu adalah rahasia kekuatan dan keberhasilan. Kelemahan kita, diterima dengan sepenuh hati dan terus disadari, yang memberikan pengakuan dan akses kita kepada kekuatan Dia yang telah berfirman, 'sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.'" ~ Andrew Murray, dalam Abide in Christ: The Joy of Being in God's Presence
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment