“Kita berpretensi dengan kehidupan spiritual yang tidak kita jalani, kedamaian yang tidak kita alami dan kekudusan dan komitmen yang tidak kita miliki. ... Kita tidak akan pernah membuat kemajuan apa pun untuk menjadi lebih seperti Yesus kecuali kita mengizinkan Tuhan untuk mengoperasi hati hita, menyelidiki hati kita, menguji kita, mengenali pikiran kita dan kemudian mengubah kita dari dalam. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi nyata (real) sesuai dengan Firman Tuhan." ~ K.P. Yohannan, pendiri the Gospel for Asia, India.
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment