"Ketika Alkitab berbicara tentang kesabaran ... ia itu berbicara tentang suatu kebajikan yang jauh melampaui kemampuan untuk menunggu sesuatu hasil/keuntungan di masa yad. Ia itu lebih dari ketenangan atau kedamaian jiwa yang percaya pada waktu Tuhan yang sempurna. Kesabaran yang dimaksud disini lebih menitikberatkan pada hubungan antarpersonal dengan orang lain. Ini adalah kesabaran yang tak kenal mengeluh (patience of longsuffering) dan yang tabah (forebearing) di tengah-tengah luka batin. Ini adalah kesabaran yang paling sulit dari semuanya." ~RC Sproul
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment