“Ketika Anda mendalami semua kata yang digunakan untuk ibadah baik dalam PL dan PB, dan ketika Anda menggabungkan artinya, Anda menemukan bahwa ibadah melibatkan sikap (kagum, hormat, menghargai) dan tindakan (sujud, memuji, melayani). Ini adalah pengalaman subjektif dan aktivitas objektif. Ibadah bukanlah perasaan yang tak terekspresikan, juga bukan formalitas kosong. Ibadah sejati keseimbangan yang melibatkan pikiran, emosi, dan kehendak (the will). Ia itu harus dipikirkan dengan baik; ia itu harus menjangkau jauh ke dalam hati dan dimotivasi oleh kasih; dan itu harus membawa kita pada tindakan ketaatan untuk memuliakan Tuhan." ~Warren Wiersbe, dalam Real Worship: Playground, Battleground, or Holy Ground?
“Klaim kebangkitan vital bagi kekristenan. Jika Kristus dibangkitkan dari kematian oleh Allah, maka Dia punya mandat dan sertifikat yang tidak dimiliki oleh pemimpin agama mana pun. Sebutkan nama pemimpin agama dunia, semuanya meninggal. Musa pun meninggal …….Tetapi, Kristus hidup.” ~ RC Sproul (1939 - 2017) theolog
Comments
Post a Comment