"Kekhawatiran tidak menghasilkan apa pun yang baik untuk kesehatan kita dan kemuliaan Tuhan. Kekhawatiran sering membuat kita membayangkan peristiwa yang nyatanya tidak pernah terjadi. Kekhawatiran sering dikaitkan dengan situasi "bagaimana nanti ya jika....". Saudara, percayalah pada kebaikan Tuhan dan investasikan energi Anda pada hal yang lebih produktif. Besok akan ada kekhawatirannya sendiri, tetapi hadapilah setiap hari yang dipenuhi dengan cukup banyak pencobaan dan ujian rohani serta kesempatan untuk melayani orang lain dan berdoalah agar kita tetap sibuk. Bersyukurlah untuk hari yang telah Tuhan jadikan, selesaikan masalah sehari-hari yang Tuhan tempatkan di hadapan Anda, temukan kedamaian sejati (dalam Tuhan) yang melampaui rasa sakit nyata yang datang dari hidup di dunia yang sudah jatuh (kedalam dosa) dan kemudian hiduplah setiap hari, hari demi hari -- one day at a time." ~Randy Smith
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"
Comments
Post a Comment