*Hati Nurani*. "Tuhan telah memberi kita masing-masing hati nurani, kompas moral di dalam hati kita, mengingatkan Firman-Nya. Dalam diri orang yang berdosa atau merasa diri benar (self-righteous) hati nurani sampai taraf tertentu “mengeras.” Artinya, ia relatif tidak sensitif terhadap dosa atau self-righteous-nya. Tetapi pada orang Kristen yang bertumbuh, hati nurani menjadi semakin sensitif terhadap pelanggaran akan Firman Allah. Sebagai akibatnya, hati nurani kita terus mendakwa kita, menuduh kita bukan hanya dari dosa-dosa tertentu, tetapi, yang terlebih penting, dari penuh keberdosaan kita -- of our overall sinfulness. Kita semakin menyadari bahwa tindakan dosa tertentu hanyalah ekspresi hati kita yang masih jahat (still-wicked hearts)." ~Jerry Bridges, dalam The Gospel for Real Life
“Klaim kebangkitan vital bagi kekristenan. Jika Kristus dibangkitkan dari kematian oleh Allah, maka Dia punya mandat dan sertifikat yang tidak dimiliki oleh pemimpin agama mana pun. Sebutkan nama pemimpin agama dunia, semuanya meninggal. Musa pun meninggal …….Tetapi, Kristus hidup.” ~ RC Sproul (1939 - 2017) theolog
Comments
Post a Comment