"...semua kesaksian Alkitab ini menjadi jelas, bahwa 'baptisan' Roh itu sama dengan 'janji' atau 'karunia' Roh, dan menjadi bagian integral dari Injil keselamatan seperti halnya dengan pengampunan dosa. Memang, kita tidak pernah boleh memahami 'keselamatan' dalam pengertian-pengertian....., seolah-olah terdiri hanya dari penyelarnatan kita dari dosa, kesalahan, murka dan maut. Kita bersyukur kepada Allah bahwa keselamatan terdiri dari semuanya. ... keselamatan juga mencakup berkat yang positif dari Roh Kudus untuk melahirkan kembali, mendiami, membebaskan dan mengubah. ....Apabila kita memasyhurkan yang satu tanpa yang lain, kita telah memenggal Injil! Tapi jika kita setia kepada Alkitab, kita memberitakan Injil yang mulia. Jika para pendosa bertobat dan percaya, Yesus bukan hanya meniadakan dosa-dosa mereka, tapi juga membaptis mereka dengan Roh." John R Stott (1921 - 2011), dalam The baptism and fullness of the Holy Spirit, p.28Baptisan Roh
"Kemarin Allah telah menolong kita, sebab kalau tidak, kita tidak berada di sini. Seperti Nabi Samuel, kita dapat mendirikan mezbah peringatan tentang kesetiaan Allah. Samuel menamakan batu peringatan itu EBENHAEZAR -- sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Dan seperti Abraham, kita dapat memandang ke depan dan mengetahui bahwa Allah akan terus menolong kita. Abraham menamakan batu peringatannya JEHOVAH JIREH -- Tuhan akan memerhatikan kita. Jadi, Anda dan saya tidak perlu menyusahkan diri tentang waktu yang lalu dan cemas tentang hari yang akan datang, sebab Allah adalah Penolong kita yang tak pernah gagal". - Warren W. Wiersbe, dalam "Kekuatan untuk Menghadapi Masa Sukar"

Comments
Post a Comment